Artikel sejarah kerajaan Majapahit kalah di medan perang - M-PROJECT

Artikel sejarah kerajaan Majapahit kalah di medan perang

Artikel sejarah kerajaan Majapahit kalah di medan perang

Sejarah Kekalahan Majapahit di Medan Perang



Kerajaan Majapahit, yang berdiri pada tahun 1293 hingga sekitar 1527 M, dikenal sebagai salah satu kerajaan terbesar di Nusantara. Di masa kejayaannya, Majapahit berhasil menguasai hampir seluruh wilayah Asia Tenggara maritim. Namun, seperti kebanyakan kekaisaran besar lainnya, Majapahit pun mengalami masa-masa surut yang akhirnya membawa pada kekalahan di medan perang dan keruntuhan. Berikut ini adalah sejarah kekalahan Majapahit di medan perang yang menjadi titik balik kejatuhannya.


1. Awal Mula Keruntuhan: Konflik Internal dan Perang Paregreg (1404–1406 M)

Salah satu penyebab utama melemahnya Majapahit adalah konflik internal yang dikenal sebagai Perang Paregreg. Perang ini adalah perang saudara antara Wikramawardhana dan Bhre Wirabhumi, dua faksi yang bersaing memperebutkan kekuasaan setelah wafatnya Raja Hayam Wuruk pada 1389 M.


Perang Paregreg berakhir dengan kemenangan Wikramawardhana, namun dampaknya sangat merugikan. Konflik ini melemahkan struktur politik dan militer Majapahit secara signifikan. Sumber daya yang terkuras dan hilangnya persatuan di kalangan bangsawan membuat Majapahit rentan terhadap serangan dari luar.


2. Ancaman dari Kesultanan Malaka dan Bangkitnya Islam

Pada abad ke-15, muncul ancaman baru dari Kesultanan Malaka, yang didirikan oleh Parameswara, seorang bangsawan dari Palembang yang melarikan diri setelah serangan Majapahit. Malaka berkembang pesat sebagai pusat perdagangan maritim yang didukung oleh jaringan perdagangan Muslim.


Majapahit, yang masih berpegang pada agama Hindu-Buddha, mulai terisolasi dalam lingkup perdagangan internasional yang semakin didominasi oleh pedagang Muslim. Dominasi Malaka dalam perdagangan juga mempersempit akses Majapahit terhadap jalur ekonomi utama. Kelemahan ekonomi ini secara tidak langsung memperlemah kekuatan militer Majapahit dalam menghadapi ancaman dari luar.


3. Serangan dari Kesultanan Demak (1518–1527 M)

Faktor penentu kejatuhan Majapahit adalah serangan dari Kesultanan Demak. Dipimpin oleh Raden Patah, yang diyakini sebagai keturunan Majapahit sendiri, Demak memanfaatkan momentum perpecahan internal dan lemahnya pertahanan Majapahit.


Pada tahun 1518 M, Demak melancarkan serangan pertama ke ibu kota Majapahit, namun belum berhasil menaklukkan sepenuhnya. Serangan berlanjut hingga akhirnya pada tahun 1527 M, pasukan Demak yang dipimpin oleh Adipati Unus berhasil menghancurkan sisa-sisa kekuatan Majapahit. Ibu kota Majapahit jatuh dan wilayah-wilayah yang tersisa pun segera ditaklukkan atau beralih kesetiaan kepada Demak.


4. Faktor-Faktor Kekalahan Majapahit

Beberapa faktor utama yang menyebabkan kekalahan Majapahit di medan perang antara lain:


Konflik Internal: Perang Paregreg dan perseteruan antar bangsawan melemahkan persatuan dan kekuatan militer.

Ancaman Eksternal: Munculnya kekuatan baru seperti Kesultanan Malaka dan Demak yang memiliki strategi militer dan ekonomi yang lebih baik.

Perubahan Sosial dan Agama: Penyebaran Islam di Jawa mengurangi pengaruh Majapahit yang beragama Hindu-Buddha.

Melemahnya Ekonomi: Hilangnya kendali atas jalur perdagangan penting di Selat Malaka.

Kesimpulan

Kekalahan Majapahit di medan perang bukan hanya akibat kekuatan militer musuh, tetapi juga dampak dari konflik internal, perubahan sosial, serta melemahnya ekonomi dan politik. Keruntuhan Majapahit menandai berakhirnya era kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara dan awal kebangkitan kerajaan-kerajaan Islam, dengan Kesultanan Demak sebagai penerus utama kekuasaan di Jawa.


Warisan Majapahit, bagaimanapun, tetap hidup melalui budaya, arsitektur, dan pengaruhnya terhadap kesultanan-kesultanan berikutnya di Nusantara.

Please write your comments

1. Gunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
2. Berkomentarlah dengan sopan
3. Dilarang Komentar Link Aktif, Karna Akan Di Anggap Spam
(No Sara,Porn,Iklan,dll)
Terima kasih telah berkunjung.